Kumpulan lengkap 163+ istilah penting dalam dunia akuntansi beserta penjelasan yang jelas dan mudah dipahami, dikategorikan berdasarkan bidang akuntansi.
Menampilkan 163 dari 163 istilah
Metode perhitungan biaya yang memasukkan semua biaya produksi (bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead tetap maupun variabel) ke dalam harga pokok produk.
Rasio yang mengukur seberapa cepat perusahaan membayar utang kepada pemasok, dihitung dengan membagi pembelian kredit dengan rata-rata utang dagang.
Beban yang telah terjadi tetapi belum dibayar atau dicatat, seperti gaji yang masih harus dibayar atau bunga yang masih harus dibayar.
Sistem perhitungan biaya yang mengalokasikan overhead berdasarkan aktivitas yang mengonsumsi sumber daya, memberikan informasi biaya yang lebih akurat untuk pengambilan keputusan.
Analisis piutang berdasarkan umur untuk menilai kualitas piutang dan menentukan penyisihan piutang tak tertagih yang diperlukan.
Metode pencatatan transaksi pada saat terjadinya, bukan pada saat kas diterima atau dibayarkan. Prinsip ini mengakui pendapatan saat diperoleh dan beban saat terjadi.
Sumber daya ekonomi yang dimiliki perusahaan dan diharapkan memberikan manfaat ekonomi di masa depan. Terdiri dari aktiva lancar, tetap, dan tidak berwujud.
Aktiva yang diharapkan dapat dikonversi menjadi kas atau dikonsumsi dalam satu tahun atau siklus operasi normal perusahaan, seperti kas, piutang, dan persediaan.
Aktiva berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam operasi perusahaan, memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun, seperti tanah, bangunan, dan mesin.
Proses alokasi biaya perolehan aktiva tidak berwujud secara sistematis selama masa manfaatnya, seperti hak paten, merek dagang, atau goodwill.
Rencana keuangan yang disusun untuk periode tertentu, berisi proyeksi pendapatan, biaya, dan arus kas yang digunakan sebagai alat pengendalian dan evaluasi kinerja.
Anggaran yang dapat disesuaikan dengan perubahan tingkat aktivitas atau volume produksi untuk memberikan kontrol yang lebih baik.
Proyeksi penerimaan dan pengeluaran kas untuk periode tertentu yang membantu perencanaan likuiditas dan kebutuhan pendanaan perusahaan.
Proses perencanaan dan evaluasi investasi jangka panjang dalam aktiva tetap untuk menentukan proyek yang paling menguntungkan bagi perusahaan.
Rasio efisiensi yang mengukur kemampuan perusahaan menggunakan aktivanya untuk menghasilkan penjualan, dihitung dengan membagi penjualan dengan total aktiva.
Pemeriksaan independen terhadap laporan keuangan perusahaan untuk memberikan opini mengenai kewajaran penyajian laporan keuangan sesuai standar akuntansi.
Fungsi penilaian independen dalam organisasi untuk menguji dan mengevaluasi aktivitas organisasi sebagai layanan kepada manajemen.
Sistem perhitungan biaya yang menunda pencatatan biaya hingga produk selesai, cocok untuk lingkungan produksi Just-in-Time.
Laporan keuangan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu, terdiri dari aktiva, kewajiban, dan ekuitas yang harus seimbang.
Sistem manajemen kinerja yang mengukur pencapaian organisasi dari empat perspektif: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, dan pembelajaran & pertumbuhan.
Proses membandingkan kinerja perusahaan dengan praktik terbaik industri atau pesaing untuk mengidentifikasi area perbaikan.
Biaya material utama yang digunakan dalam proses produksi dan dapat ditelusuri langsung ke produk yang dihasilkan.
Biaya yang memiliki komponen tetap dan variabel, seperti biaya telepon yang terdiri dari biaya berlangganan tetap dan biaya pemakaian variabel.
Perbedaan biaya antara dua alternatif keputusan yang digunakan dalam analisis pengambilan keputusan manajerial.
Prinsip pencatatan aktiva berdasarkan harga perolehan pada saat pembelian, bukan berdasarkan nilai pasar saat ini.
Manfaat yang hilang karena memilih satu alternatif dan menolak alternatif terbaik lainnya dalam pengambilan keputusan.
Biaya yang terkait dengan pencegahan, penilaian, dan kegagalan dalam mempertahankan kualitas produk atau jasa.
Biaya produksi tidak langsung yang tidak dapat ditelusuri secara langsung ke produk tertentu, seperti biaya listrik pabrik dan gaji supervisor.
Biaya yang akan berubah sebagai akibat dari keputusan tertentu dan harus dipertimbangkan dalam analisis pengambilan keputusan.
Biaya yang telah ditentukan sebelumnya berdasarkan kondisi operasi yang efisien, digunakan untuk pengendalian dan evaluasi kinerja.
Biaya upah pekerja yang terlibat langsung dalam proses produksi dan dapat ditelusuri ke produk yang dihasilkan.
Biaya yang jumlahnya tidak berubah meskipun terjadi perubahan volume aktivitas dalam rentang relevan tertentu.
Biaya yang berubah secara proporsional dengan perubahan tingkat aktivitas atau volume produksi.
Nilai buku aktiva yang dihitung dari harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan, atau nilai ekuitas per saham.
Titik impas dimana total pendapatan sama dengan total biaya, sehingga perusahaan tidak mengalami laba maupun rugi.
Selisih antara anggaran dengan realisasi aktual yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja dan efektivitas pengendalian.
Sistem pengendalian manajemen yang menggunakan anggaran sebagai standar untuk mengukur kinerja aktual dan mengambil tindakan korektif.
Proses perencanaan dan evaluasi investasi jangka panjang untuk menentukan proyek yang memberikan nilai tambah terbesar bagi perusahaan.
Pengeluaran untuk memperoleh atau meningkatkan aktiva tetap yang memberikan manfaat lebih dari satu periode akuntansi.
Periode waktu yang diperlukan untuk mengkonversi investasi persediaan dan piutang menjadi kas, mengukur efisiensi manajemen modal kerja.
Arus kas masuk dan keluar perusahaan selama periode tertentu, dibagi menjadi aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Laporan keuangan yang menunjukkan penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan selama periode tertentu, dikategorikan berdasarkan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Biaya tetap yang tidak dapat dihindari dalam jangka pendek karena komitmen kontrak atau investasi, seperti sewa gedung atau penyusutan.
Selisih antara penjualan dengan biaya variabel yang menunjukkan kontribusi setiap unit produk untuk menutup biaya tetap dan menghasilkan laba.
Biaya yang dapat dipengaruhi atau dikendalikan oleh manajer tertentu dalam jangka waktu tertentu melalui keputusan dan tindakannya.
Proses pembagian biaya tidak langsung ke objek biaya berdasarkan dasar alokasi yang rasional dan konsisten.
Pola perubahan biaya dalam hubungannya dengan perubahan tingkat aktivitas, diklasifikasikan sebagai tetap, variabel, atau campuran.
Pusat pertanggungjawaban yang hanya bertanggung jawab atas pengendalian biaya, tidak atas pendapatan atau investasi.
Faktor yang menyebabkan terjadinya biaya atau aktivitas yang mempengaruhi besarnya biaya dalam sistem ABC (Activity Based Costing).
Harga pokok produksi yang menunjukkan total biaya untuk memproduksi barang yang telah selesai dalam periode tertentu.
Harga pokok penjualan yang merupakan biaya langsung untuk memproduksi barang yang dijual dalam periode tertentu.
Kumpulan biaya overhead yang memiliki cost driver yang sama dalam sistem Activity Based Costing untuk alokasi yang lebih akurat.
Analisis hubungan antara biaya, volume, dan laba untuk membantu perencanaan dan pengambilan keputusan manajerial.
Penilaian kemampuan perusahaan atau individu untuk memenuhi kewajiban utangnya, diberikan oleh lembaga pemeringkat kredit.
Rasio likuiditas yang mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek dengan membandingkan aktiva lancar dan kewajiban lancar.
Rata-rata jumlah hari yang diperlukan perusahaan untuk menagih piutang, mengukur efisiensi pengelolaan piutang.
Sisi kiri dalam sistem pencatatan berpasangan yang menambah aktiva dan beban, serta mengurangi kewajiban, ekuitas, dan pendapatan.
Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban utang berdasarkan arus kas operasi yang tersedia.
Rasio solvabilitas yang mengukur proporsi utang terhadap ekuitas untuk menilai struktur modal dan risiko keuangan perusahaan.
Pendapatan yang diterima di muka tetapi belum diakui karena barang atau jasa belum diserahkan kepada pelanggan.
Ukuran sensitivitas laba operasi terhadap perubahan penjualan, menunjukkan risiko operasi perusahaan.
Penyusutan nilai aktiva tetap secara sistematis selama masa manfaatnya, mencerminkan penurunan nilai akibat penggunaan, keusangan, atau faktor waktu.
Metode perhitungan biaya yang hanya memasukkan biaya variabel sebagai biaya produk, sedangkan biaya tetap diperlakukan sebagai biaya periode.
Biaya tetap yang dapat dihindari atau dikurangi dalam jangka pendek melalui keputusan manajemen, seperti biaya iklan atau pelatihan.
Rasio yang menunjukkan persentase laba bersih yang dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham.
Rasio yang mengukur tingkat pengembalian dividen terhadap harga saham, menunjukkan pendapatan dividen relatif terhadap investasi saham.
Metode analisis yang memecah ROE menjadi komponen margin laba, perputaran aktiva, dan leverage keuangan untuk analisis kinerja yang lebih mendalam.
Laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) yang mengukur profitabilitas operasional perusahaan tanpa pengaruh struktur modal dan pajak.
Laba per saham yang menunjukkan bagian laba bersih yang diperoleh setiap lembar saham beredar, indikator profitabilitas per saham.
Ukuran kinerja keuangan yang menghitung nilai tambah ekonomi dengan mengurangkan biaya modal dari laba operasi setelah pajak.
Hak residual pemilik atas aktiva perusahaan setelah dikurangi kewajiban. Terdiri dari modal disetor, laba ditahan, dan komponen ekuitas lainnya.
Sistem informasi terintegrasi yang mengelola seluruh proses bisnis perusahaan dalam satu platform untuk meningkatkan efisiensi.
Unit ekuivalen yang digunakan dalam akuntansi biaya proses untuk mengkonversi unit dalam proses menjadi unit selesai.
Semua biaya produksi selain bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung, termasuk bahan penolong, tenaga kerja tidak langsung, dan biaya pabrik lainnya.
First In First Out - metode penilaian persediaan dimana barang yang masuk pertama dianggap keluar atau dijual terlebih dahulu.
Penggunaan utang untuk membiayai aktiva perusahaan dengan tujuan meningkatkan tingkat pengembalian bagi pemegang saham.
Proses evaluasi laporan keuangan menggunakan rasio dan teknik analisis untuk menilai kinerja dan posisi keuangan perusahaan.
Biaya yang jumlahnya tetap dalam jangka pendek meskipun terjadi perubahan volume aktivitas atau produksi.
Anggaran yang dapat disesuaikan dengan berbagai tingkat aktivitas untuk memberikan kontrol yang lebih efektif.
Sistem produksi yang dapat dengan cepat menyesuaikan jenis dan volume produk yang diproduksi dengan bantuan teknologi otomasi.
Arus kas bebas yang tersedia bagi investor setelah perusahaan memenuhi kebutuhan investasi untuk mempertahankan atau mengembangkan basis aktivanya.
Aktiva tidak berwujud yang timbul dari akuisisi perusahaan, merepresentasikan nilai lebih yang dibayar di atas nilai wajar aktiva bersih yang diakuisisi.
Selisih antara harga jual dengan harga pokok penjualan, menunjukkan profitabilitas dasar sebelum biaya operasional lainnya.
Laba kotor yang diperoleh dari selisih antara penjualan bersih dengan harga pokok penjualan, sebelum dikurangi beban operasional.
Rasio profitabilitas yang mengukur persentase laba kotor terhadap penjualan bersih untuk menilai efisiensi operasional.
Metode pemisahan biaya campuran menjadi komponen tetap dan variabel dengan menggunakan data biaya tertinggi dan terendah.
Tingkat pengembalian minimum yang disyaratkan untuk suatu investasi, biasanya berdasarkan biaya modal perusahaan ditambah premi risiko.
Penurunan nilai aktiva ketika nilai tercatatnya melebihi nilai yang dapat dipulihkan, memerlukan pengakuan kerugian penurunan nilai.
Laporan laba rugi yang menunjukkan kinerja keuangan perusahaan selama periode tertentu, meliputi pendapatan, beban, dan laba bersih.
Teknik analisis yang fokus pada perubahan biaya dan pendapatan yang relevan untuk pengambilan keputusan bisnis.
Tingkat diskonto yang membuat nilai sekarang bersih suatu investasi sama dengan nol, digunakan untuk evaluasi kelayakan proyek investasi.
Persediaan barang yang dimiliki perusahaan untuk dijual dalam kegiatan normal bisnis, termasuk bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi.
Rasio yang mengukur seberapa cepat perusahaan menjual persediaannya dalam satu periode, menunjukkan efisiensi manajemen persediaan.
Pusat pertanggungjawaban yang bertanggung jawab atas pendapatan, biaya, dan investasi dalam aktiva, dinilai berdasarkan ROI atau EVA.
Sistem perhitungan biaya untuk produksi berdasarkan pesanan khusus dimana setiap pesanan memiliki spesifikasi yang berbeda.
Biaya yang terjadi dalam proses produksi bersama yang menghasilkan beberapa produk secara bersamaan hingga titik pemisahan.
Catatan kronologis transaksi keuangan perusahaan dengan sistem debit-kredit, merupakan langkah pertama dalam siklus akuntansi.
Sistem produksi yang bertujuan meminimalkan persediaan dengan memproduksi barang tepat pada saat dibutuhkan dalam jumlah yang tepat.
Sistem pengurangan biaya berkelanjutan yang fokus pada eliminasi pemborosan dan peningkatan efisiensi dalam proses produksi.
Indikator kinerja utama yang digunakan untuk mengukur pencapaian tujuan strategis organisasi dalam berbagai aspek bisnis.
Sisi kanan dalam sistem pencatatan berpasangan yang menambah kewajiban, ekuitas, dan pendapatan, serta mengurangi aktiva dan beban.
Selisih efisiensi tenaga kerja yang timbul karena perbedaan antara jam kerja standar dengan jam kerja aktual untuk produksi tertentu.
Filosofi produksi yang berfokus pada eliminasi pemborosan dan peningkatan nilai tambah untuk pelanggan melalui perbaikan berkelanjutan.
Last In First Out - metode penilaian persediaan dimana barang yang masuk terakhir dianggap keluar atau dijual terlebih dahulu.
Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang tersedia.
Keputusan manajerial untuk menentukan apakah lebih menguntungkan memproduksi sendiri atau membeli dari pemasok eksternal.
Prinsip manajemen yang fokus pada penyimpangan signifikan dari standar atau rencana untuk efisiensi penggunaan waktu manajer.
Selisih antara penjualan aktual atau yang direncanakan dengan penjualan pada titik impas, menunjukkan tingkat keamanan operasi.
Anggaran induk yang mengintegrasikan semua anggaran operasional dan keuangan perusahaan untuk periode tertentu.
Sistem perencanaan kebutuhan material yang menentukan kapan dan berapa banyak bahan baku diperlukan berdasarkan jadwal produksi.
Laba bersih yang diperoleh perusahaan setelah dikurangi semua beban dan pajak, merupakan hasil akhir dari laporan laba rugi.
Nilai bersih sekarang yang digunakan dalam analisis investasi untuk menilai kelayakan proyek berdasarkan arus kas masa depan.
Aktivitas yang tidak menambah nilai bagi pelanggan dan harus diminimalkan atau dieliminasi untuk meningkatkan efisiensi.
Periode waktu rata-rata yang diperlukan untuk mengkonversi kas menjadi persediaan, kemudian menjadi piutang, dan kembali menjadi kas.
Penggunaan biaya tetap dalam operasi perusahaan yang dapat memperbesar dampak perubahan penjualan terhadap laba operasi.
Tingkat pengembalian yang dapat diperoleh dari investasi alternatif dengan risiko yang sebanding, digunakan sebagai discount rate.
Biaya tidak langsung yang tidak dapat ditelusuri secara langsung ke produk atau jasa tertentu, seperti biaya listrik, sewa, dan gaji supervisor.
Tarif overhead yang digunakan untuk mengalokasikan biaya overhead pabrik ke produk berdasarkan dasar alokasi tertentu.
Periode waktu yang diperlukan untuk mengembalikan investasi awal melalui arus kas bersih yang dihasilkan proyek.
Sistem pengukuran kinerja yang mengevaluasi pencapaian tujuan organisasi melalui indikator keuangan dan non-keuangan.
Tagihan perusahaan kepada pihak lain yang timbul dari penjualan kredit atau transaksi lainnya, diharapkan dapat ditagih dalam bentuk kas.
Tarif overhead yang ditetapkan sebelum periode produksi dimulai berdasarkan estimasi biaya overhead dan aktivitas.
Selisih harga yang timbul karena perbedaan antara harga standar dengan harga aktual dari bahan baku atau tenaga kerja.
Rasio yang membandingkan harga saham dengan laba per saham untuk menilai valuasi relatif saham di pasar.
Sistem perhitungan biaya untuk produksi massal dimana produk yang dihasilkan homogen dan melalui proses produksi yang berkelanjutan.
Pusat pertanggungjawaban yang bertanggung jawab atas pendapatan dan biaya, sehingga dapat dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan.
Rasio profitabilitas yang mengukur persentase laba bersih terhadap penjualan, menunjukkan efisiensi operasional perusahaan.
Biaya yang terkait dengan pencegahan, deteksi, dan perbaikan masalah kualitas, serta biaya akibat kegagalan kualitas.
Rasio likuiditas yang mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar yang paling likuid (tanpa persediaan).
Rentang aktivitas dimana asumsi tentang perilaku biaya tetap dan variabel masih berlaku dan dapat diandalkan.
Laba operasi dikurangi biaya modal yang diinvestasikan, mengukur nilai tambah ekonomi yang diciptakan divisi atau perusahaan.
Sistem akuntansi yang mengukur kinerja pusat pertanggungjawaban berdasarkan faktor-faktor yang dapat dikendalikan oleh manajer.
Rasio profitabilitas yang mengukur efisiensi perusahaan dalam menggunakan aktivanya untuk menghasilkan laba bersih.
Rasio profitabilitas yang mengukur tingkat pengembalian yang diperoleh pemegang saham atas investasi mereka dalam perusahaan.
Prinsip akuntansi yang menentukan kapan dan bagaimana pendapatan harus diakui dalam laporan keuangan berdasarkan standar akuntansi.
Return on Investment - rasio yang mengukur efisiensi investasi dengan membandingkan laba yang diperoleh dengan jumlah investasi yang ditanamkan.
Anggaran yang terus diperbarui dengan menambahkan periode baru dan menghapus periode yang telah berlalu untuk perencanaan berkelanjutan.
Komposisi relatif dari berbagai produk yang dijual perusahaan, mempengaruhi profitabilitas keseluruhan dan analisis CVP.
Pelaporan kinerja keuangan berdasarkan segmen bisnis atau geografis untuk memberikan informasi yang lebih detail kepada pengguna laporan keuangan.
Biaya departemen pendukung yang tidak terlibat langsung dalam produksi tetapi memberikan layanan kepada departemen produksi.
Metodologi peningkatan kualitas yang bertujuan mengurangi variabilitas proses dan cacat hingga tingkat 3.4 defect per million opportunities.
Kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang, dengan menggunakan seluruh aktivanya.
Biaya standar yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan kondisi operasi normal dan efisien untuk tujuan pengendalian biaya.
Biaya yang telah terjadi di masa lalu dan tidak dapat diubah oleh keputusan masa depan, sehingga tidak relevan untuk pengambilan keputusan.
Metode penetapan biaya yang dimulai dari harga jual target dikurangi margin laba yang diinginkan untuk menentukan biaya maksimum yang diizinkan.
Sistem akuntansi yang fokus pada throughput (penjualan dikurangi biaya variabel) untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya terbatas.
Konsep bahwa nilai uang saat ini lebih berharga daripada jumlah yang sama di masa depan karena potensi earning capacity.
Rasio solvabilitas yang mengukur kemampuan perusahaan membayar beban bunga dengan laba operasi yang tersedia.
Filosofi manajemen yang berfokus pada peningkatan kualitas berkelanjutan dalam semua aspek organisasi untuk kepuasan pelanggan.
Harga transfer yang digunakan dalam transaksi antar divisi dalam perusahaan untuk menilai kinerja dan alokasi sumber daya.
Neraca saldo yang berisi daftar semua akun beserta saldonya untuk memastikan keseimbangan total debit dan kredit dalam pembukuan.
Biaya yang tidak dapat dipengaruhi atau dikendalikan oleh manajer tertentu dalam jangka waktu tertentu.
Kewajiban perusahaan kepada pihak lain yang timbul dari transaksi masa lalu dan harus diselesaikan dengan pembayaran kas, barang, atau jasa.
Analisis rantai nilai yang mengidentifikasi aktivitas dalam organisasi untuk mencari peluang pengurangan biaya dan peningkatan nilai.
Pendekatan sistematis untuk menganalisis fungsi produk atau jasa guna mencapai fungsi yang diperlukan dengan biaya terendah.
Biaya yang berubah secara proporsional dengan perubahan tingkat aktivitas atau volume produksi dalam rentang relevan.
Analisis selisih antara standar dengan aktual untuk mengidentifikasi penyebab penyimpangan dan mengambil tindakan korektif.
Proses analisis untuk menentukan penyebab penyimpangan dari standar dan mengambil tindakan korektif yang diperlukan.
Biaya modal rata-rata tertimbang yang mencerminkan biaya pendanaan perusahaan dari berbagai sumber modal dengan proporsi masing-masing.
Modal kerja yang dihitung dari selisih antara aktiva lancar dengan kewajiban lancar, menunjukkan kemampuan operasional jangka pendek perusahaan.
Pengelolaan aktiva lancar dan kewajiban lancar untuk memastikan likuiditas yang memadai dan efisiensi operasional.
Selisih hasil produksi yang timbul karena perbedaan antara output standar dengan output aktual dari input tertentu.
Metode penyusunan anggaran yang memulai dari nol dan setiap aktivitas harus dibenarkan kebutuhannya, bukan berdasarkan anggaran periode sebelumnya.
Setelah memahami istilah-istilah akuntansi, praktikkan dengan kalkulator dan jurnal akuntansi kami